Minggu, 23 November 2014

Celoteh Suka-suka

Tak terucap,tak tersampaikan,tak nampak,namun terasa...
Sungguh mengena apa yang disampaikannya...
Berbobot,bermakna,tepat sasaran...
 

Sedikit banyak telah mewarnai...
Layak tuk dihargai...
Terbingkai dalam sanubari...
Nantikan tuk kembali lagi...
Disini,,,di tempat ini...
 
Tak mau mempersulit orang lain,,,karena pernah merasakan sulitnya juga...
Sekedar ingin memberikan yang terbaik untuk mereka....
Terenyuh dengan penantian yang ditunggu,,,Sanjungan tulus terlontar melingkupi...
Tak usah ada ragu bila tak ada semu...
Bismillah... ^_^

Iba hati ini di setiap kesedihan,
Serpihan luka menyayat hati...
Ujian, entah kapan brakhirnya,
Sabar dan bertawakal pada yang Maha Sempurna itulah kekuatan kita...

Izinkan ku tuk menguntai asa bersamamu,
Sebelum waktu seolah tak memihak lagi pada ku.
Ukiran makna tentang hadirnya dirimu,
Sesuatu yang teramat sangat "sesuatu" bagiku...
Dan awal pun akan segera dimulai...
Akhir yang belum berhenti...

Segala ke'aku'anku melebur dalam kebersamaan yang tak terelakkan,,,
Semakin menciutkan keegoan yang melambung tak tersampaikan...

Tahu,mengerti,tapi tak peduli.
Sisi positif yang terselubung dalam sisi negatif yang membentengi...
 
Semua bermula dari hati. Ketika hati jernih ,ada kesiapan untuk belajar lebih banyak, ada semangat yang besar untuk menambah ilmu, ada hasrat yang kuat untuk memberikan yang terbaik untuk semua orang. Ada ruh berbagi yang dahsyat, berbagi senyum yang tulus, berbagi wajah yang mnis, berbagi kelembutan kata, dan berbagi kebenaran. Hati yang jernih ibarat lampu kaca. Ia memancarkan cahaya yang diletakkan Allah dalam nurani tiap insan. Dan ilmu adalah cahaya, maka setelah hati yang jernih ada ilmu yang menerangi.
#Berawal dari hati

Biarkan aku menepi di persinggahan lelahmu...
Mencoba menyeka peluh rasamu...
Bertahan tuk menopang ketiadaberdayaanmu...
Menguatkan segala asa di benak ku...
Yang tercermin dari segala doa tulus tiada henti untukku,,,

Berusaha untuk meyakini,,,
Belajar untuk menerima...

Air mata penuh makna dan tawa yang tersirat selalu melingkupi kebersamaan...
Dalam malam yang hening, tersingkap keakraban samarkan jarak...
Keresahan kala waktu dulu menjelma menjadi semarak keharmonisan rasa saat ini...
Malam,slalu temani aku hingga terlelap.... Pagi,sambut aku dalam hangatnya mentari...


*setitik ktdknymanan trkikis olh sebelanga ktulusan...

Jadikan sebagai penyulut yang terus menyala...
Jangan pernah padam dalam terangnya cahaya,,,

Tetap saja hati ikut terlibat...
Berusaha saling menghargai,,,cobalah lebih bijak dalam setiap kata yang terujar...
Dulu dan sekarang tidaklah sama...

Di kala sendu,mendengar suaramu maupun kata yang terlontar darimu slalu membuat ku tak kuasa untuk menahan haru...
Maafkan atas tangis dalam setiap lemahku...

Baru sempat ku berbisik,,,namun sapa hangatmu tlah lebih dulu singgah... Biar ku dekap lembutmu, simpan dalam rasa tak bertepi...

Tak semestinya aku menuntut lebih tuk menitipkan harap yang massh semu padamu,,, Tapi seharusnya ku rangkai doa tulus yang sejati untukmu...
#IBU

Semakin mengerti karakter yang terbentuk... Duniamu berbeda,cukup tahu saja... Usah kau hanyut dalam arus yang tak sejalan. Hati terdalam mulai tersayat,linangan air mata tak cukup hapuskan khilaf... Penyesalan tak berujung menuntun pada kedewasaan yang belum terjangkau...

Selalu diingat,dicukupi,dijaga, dipilihkan yang trbaik...
Itulah kasih sayang orang tua...
Di saat ku lengah, sapa dan tegurmu pun menghampiri...

Semakin menyadari kelalaian diri,,,
Coba berusaha menangkal kesalahan yang sama...
Ya Rabb,,,Teriring sgla doa atas diriku sepenuhnya dan keluarga seutuhnya yang slalu mendampingi....

Satu per satu bongkahan keyakinan ditata tuk menguatkan pondasi harapan...
Mengalun simfoni kehidupan diantara hiruk pikuk ketidakpastian...
Mengantarkan diri menuju dunia yang akan dipijak... Membuat tersadar akan kealfaan diri yang begitu dalam...

Perasaan antara kita memang unik,pantas saja bila ada yang mengusik...
Sapaan yang menarik walau kadang terasa menusuk...

Dari setiap kata yang terlontar, ku bisa merasakan apa yang tersirat walau kau slalu coba tuk tutupi... Bukan ku tak mau mengerti tapi ku hanya berusaha meyakini... Biarkan aku menapaki jalan yang belum bertepi, bila saatnya nanti tiba pasti kan bertemu pada titik akhir...

Saat ini Allah telah mendengar secuil bisik pintamu, tak pantas bila ada sebersit keluh dalam nyata KasihNya...
Harusnya ada banyak bongkahan rasa syukur untuk setiap butiran limpahan KuasaNya...
*Lirih diri untuk hati dan pikirku

Saat ini aku banyak terdiam,,, Diam ini mungkin terasa menyakitkan...
Akankah ada yang bertahan atau semua menyerah untuk diamku???

Bukan sekedar menyatukan huruf,,,
Bukan pula sekedar bercerita... Namun perlu penyatuan secara logis...

Yang sempat menghilang,,,kini telah kembli melengkapi... Tanpa disangka,tidak terduga, tiada terkira...
Mungkinkah??? Penuh tanya namun terhempas dalam sekejap...

Bukan ku mengelak namun sekedar menghindar... Menyingkir dari segala kemelut yang belum berujung... Biarkan ku tempuh jalanku sendri... Cukup sekedar untuk ku tahu tanpa harus lebih diperjelas,,itu hanya akan menambah keengganan ku...

Penuh syukur dan haru ku panjatkan sgala doa... Dalam renungan ku selami asa yang berkecamuk dalam hati... Ini lah awal dari perjalanan menuju puncak harapan... Bersama gubahan doa-doa orang terkasih, ku coba eratkan tali pengharapan menuju RidhoMu...
Peluk penuh kasih untuk yang slalu ada bersama melengkapi dalam mengubah "angka 0 menjadi kehidupan yang sempurna"...

Benih-benih harapan itu lambat laun kian menjelma dalam balutan pencapaian diri...
Tiada kesanggupan bila tanpa keikhlasan tuk memahami... Tiada keyakinan bila tanpa kesungguhan tuk menjalani...

Saat perasaan terenyuh, hati pun kembali diuji...
Niat tulus semoga tak terbiaskan...
Biarlah Allah yang Menentukan...
Bukan suatu beban, namun jadikan sebagai tantangan. Berpacu dengan waktu mewujudkan mimpi bersama... Nantikan aku tuk segera menyusul langkah mu yang telah dulu menorehkan pijakan pertama meniti tangga yang lebih tinggi...

Perjalanan jauh penuh perjuangan,terbuang hampa. Ketika kesempataen menyapa,dengan berat hati lepas begitu saja. Bukan bermaksud untuk menolak,tapi situasi tak memihak. 
 
Kesenjangan yang sesaat merapat kembali, meleburkan telisik hati yang tak beraturan.
Merengkuh selaksa jiwa berpadu, tiada tara yang mencipta rasa, tetap teguhkan syukur padaMu...

Bukan sekedar berujar kata, tapi segmen kosong cerita antara kita ikut berbicara sebagai bukti keyakinanku bahwa kau tak kan bisa trganti...

Slalu salah di matamu adalah hal yang benar bagiku...
Slalu dikhawatirkan olehmu adalah hal yang baik untukku...

Dalam teduhnya naungan doa2,,,hati tertunduk dalam luasnya KuasaMu...
Dalam gersangnya padang kerisauan,,,diri tertatih menuju oase KasihMu...

Slalu menuntutku lebih,karena menganggapku berlebih. Rasa yang berlebih, tanpa bermakna melebih-lebihkan...

Bukan beban tapi tanggung jawab, bukan tuntutan tapi pilihan.
Rengkuh sgala nikmat yang menyapa, jadikan penghantar langkahku menuju hamparan asa.
Tak perlu lagi ada ragu, bila doa diiringi restu.
Ucap yang sekilas terbersit dalam semu, semoga menjelma menjadi usaha yang terpatri dalam nyata.
Izinkan aku tuk membuktikan, aku ada karena untukmu...

Masih hilir mudik dengan status yang tak jelas,,,
Semoga segera mendapat kejelasan dari lingkungan yang baru...
Semburat jingga menawarkan pelangi... Sepenggal kelabu menggores mendung...
Mampukah aku tetap bertahan menjadi sosok yang memberikan pengrtian untuk kamu, sedangkan kamu sndri tak mau mengerti???
2 rasa yang sama terungkap tanpa terbalas,,,
1 ikatan yang terjalin tanpa terelakkan ditanggapi penuh rasa syukur...
Persembahan kecil ku tak kan bisa menandingi luar biasanya rasa mu...
Nyata rasa ku tak kan bisa menawar mahalnya pengorbananmu...
Ribuan harapan tertumpu pada ku,,, sejuta pengabdian tertuju untukmu...
Walau jauh mencapai utuh, sekeping tanggung jawab mendekat nyata...
Kata-kata yang simpel akan memiliki makna yang kompleks bila diterima oleh perasaan...