Tak terucap,tak tersampaikan,tak nampak,namun terasa...
Sungguh mengena apa yang disampaikannya...
Berbobot,bermakna,tepat sasaran...
Sedikit banyak telah mewarnai...
Layak tuk dihargai...
Terbingkai dalam sanubari...
Nantikan tuk kembali lagi...
Disini,,,di tempat ini...
Tak mau mempersulit orang lain,,,karena pernah merasakan
sulitnya juga...
Sekedar ingin memberikan yang terbaik untuk mereka....
Terenyuh dengan penantian yang ditunggu,,,Sanjungan tulus
terlontar melingkupi...
Tak usah ada ragu bila tak ada semu...
Bismillah... ^_^
Iba hati ini di setiap kesedihan,
Serpihan luka menyayat hati...
Ujian, entah kapan brakhirnya,
Sabar dan bertawakal pada yang Maha Sempurna itulah kekuatan kita...
Izinkan ku tuk menguntai asa bersamamu,
Sebelum waktu seolah tak memihak lagi pada ku.
Ukiran makna tentang hadirnya dirimu,
Sesuatu yang teramat sangat "sesuatu" bagiku...
Dan awal pun akan segera dimulai...
Akhir yang belum berhenti...
Segala ke'aku'anku melebur dalam kebersamaan yang tak
terelakkan,,,
Semakin menciutkan keegoan yang melambung tak
tersampaikan...
Tahu,mengerti,tapi tak peduli.
Sisi positif yang terselubung dalam sisi negatif yang membentengi...
Semua bermula dari hati. Ketika hati jernih ,ada
kesiapan untuk belajar lebih banyak, ada semangat yang besar untuk menambah ilmu, ada hasrat yang kuat
untuk memberikan yang terbaik untuk semua orang. Ada ruh berbagi yang dahsyat, berbagi senyum yang
tulus, berbagi wajah yang mnis, berbagi kelembutan kata, dan berbagi kebenaran. Hati yang
jernih ibarat lampu kaca. Ia memancarkan cahaya yang diletakkan Allah dalam nurani tiap
insan. Dan ilmu adalah cahaya, maka setelah hati yang jernih ada ilmu yang menerangi.
#Berawal dari hati
Biarkan aku menepi di persinggahan lelahmu...
Mencoba menyeka peluh rasamu...
Bertahan tuk menopang ketiadaberdayaanmu...
Menguatkan segala asa di benak ku...
Yang tercermin dari segala doa tulus tiada henti untukku,,,
Berusaha untuk meyakini,,,
Belajar untuk menerima...
Air mata penuh makna dan tawa yang tersirat selalu melingkupi
kebersamaan...
Dalam malam yang hening, tersingkap keakraban samarkan
jarak...
Keresahan kala waktu dulu menjelma menjadi semarak
keharmonisan rasa saat ini...
Malam,slalu temani aku hingga terlelap.... Pagi,sambut aku
dalam hangatnya mentari...
*setitik ktdknymanan trkikis olh sebelanga ktulusan...
Jadikan sebagai penyulut yang terus menyala...
Jangan pernah padam dalam terangnya cahaya,,,
Tetap saja hati ikut terlibat...
Berusaha saling menghargai,,,cobalah lebih bijak dalam setiap kata
yang terujar...
Dulu dan sekarang tidaklah sama...
Di kala sendu,mendengar suaramu maupun kata yang terlontar
darimu slalu membuat ku tak kuasa untuk menahan haru...
Maafkan atas tangis dalam setiap lemahku...
Baru sempat ku berbisik,,,namun sapa hangatmu tlah lebih
dulu singgah... Biar ku dekap lembutmu, simpan dalam rasa tak bertepi...
Tak semestinya aku menuntut lebih tuk menitipkan
harap yang massh semu padamu,,, Tapi seharusnya ku rangkai doa tulus yang sejati
untukmu...
#IBU
Semakin mengerti karakter yang terbentuk... Duniamu berbeda,cukup
tahu saja... Usah kau hanyut dalam arus yang tak sejalan. Hati terdalam mulai
tersayat,linangan air mata tak cukup hapuskan khilaf... Penyesalan tak berujung
menuntun pada kedewasaan yang belum terjangkau...
Selalu diingat,dicukupi,dijaga, dipilihkan yang trbaik...
Itulah kasih sayang orang tua...
Di saat ku lengah, sapa dan tegurmu pun menghampiri...
Semakin menyadari kelalaian diri,,,
Coba berusaha menangkal kesalahan yang sama...
Ya Rabb,,,Teriring sgla doa atas diriku sepenuhnya dan
keluarga seutuhnya yang slalu mendampingi....
Satu per satu bongkahan keyakinan ditata tuk
menguatkan pondasi harapan...
Mengalun simfoni kehidupan diantara hiruk pikuk ketidakpastian...
Mengantarkan diri menuju dunia yang akan dipijak...
Membuat tersadar akan kealfaan diri yang begitu dalam...
Perasaan antara kita memang unik,pantas saja bila ada yang
mengusik...
Sapaan yang menarik walau kadang terasa menusuk...
Dari setiap kata yang terlontar, ku bisa merasakan apa yang
tersirat walau kau slalu coba tuk tutupi... Bukan ku tak mau mengerti tapi ku hanya
berusaha meyakini... Biarkan aku menapaki jalan yang belum bertepi, bila saatnya nanti tiba
pasti kan bertemu pada titik akhir...
Saat ini Allah telah mendengar secuil bisik pintamu, tak
pantas bila ada sebersit keluh dalam nyata KasihNya...
Harusnya ada banyak bongkahan rasa syukur untuk setiap
butiran limpahan KuasaNya...
*Lirih diri untuk hati dan pikirku
Saat ini aku banyak terdiam,,, Diam ini mungkin terasa
menyakitkan...
Akankah ada yang bertahan atau semua menyerah untuk
diamku???
Bukan sekedar menyatukan huruf,,,
Bukan pula sekedar bercerita... Namun perlu penyatuan
secara logis...
Yang sempat menghilang,,,kini telah kembli melengkapi... Tanpa
disangka,tidak terduga, tiada terkira...
Mungkinkah??? Penuh tanya namun terhempas dalam sekejap...
Bukan ku mengelak namun sekedar menghindar...
Menyingkir dari segala kemelut yang belum berujung... Biarkan ku tempuh jalanku sendri...
Cukup sekedar untuk ku tahu tanpa harus lebih diperjelas,,itu hanya akan menambah keengganan ku...
Penuh syukur dan haru ku panjatkan sgala doa... Dalam
renungan ku selami asa yang berkecamuk dalam hati... Ini lah awal dari perjalanan menuju
puncak harapan... Bersama gubahan doa-doa orang terkasih, ku coba eratkan tali
pengharapan menuju RidhoMu...
Peluk penuh kasih untuk yang slalu ada bersama melengkapi dalam
mengubah "angka 0 menjadi kehidupan yang sempurna"...
Benih-benih harapan itu lambat laun kian menjelma dalam
balutan pencapaian diri...
Tiada kesanggupan bila tanpa keikhlasan tuk memahami...
Tiada keyakinan bila tanpa kesungguhan tuk menjalani...
Saat perasaan terenyuh, hati pun kembali diuji...
Niat tulus semoga tak terbiaskan...
Biarlah Allah yang Menentukan...
Bukan suatu beban, namun jadikan sebagai tantangan.
Berpacu dengan waktu mewujudkan mimpi bersama... Nantikan aku tuk segera menyusul langkah
mu yang telah dulu menorehkan pijakan pertama meniti tangga yang lebih tinggi...
Perjalanan jauh penuh perjuangan,terbuang hampa. Ketika
kesempataen menyapa,dengan berat hati lepas begitu saja. Bukan bermaksud untuk menolak,tapi situasi
tak memihak.
Kesenjangan yang sesaat merapat kembali, meleburkan
telisik hati yang tak beraturan.
Merengkuh selaksa jiwa berpadu, tiada tara yang mencipta
rasa, tetap teguhkan syukur padaMu...
Bukan sekedar berujar kata, tapi segmen kosong cerita
antara kita ikut berbicara sebagai bukti keyakinanku bahwa kau tak kan bisa trganti...
Slalu salah di matamu adalah hal yang benar bagiku...
Slalu dikhawatirkan olehmu adalah hal yang baik untukku...
Dalam teduhnya naungan doa2,,,hati tertunduk dalam luasnya
KuasaMu...
Dalam gersangnya padang kerisauan,,,diri tertatih menuju
oase KasihMu...
Slalu menuntutku lebih,karena menganggapku berlebih. Rasa
yang berlebih, tanpa bermakna melebih-lebihkan...
Bukan beban tapi tanggung jawab, bukan tuntutan tapi
pilihan.
Rengkuh sgala nikmat yang menyapa, jadikan penghantar
langkahku menuju hamparan asa.
Tak perlu lagi ada ragu, bila doa diiringi restu.
Ucap yang sekilas terbersit dalam semu, semoga menjelma menjadi
usaha yang terpatri dalam nyata.
Izinkan aku tuk membuktikan, aku ada karena untukmu...
Masih hilir mudik dengan status yang tak jelas,,,
Semoga segera mendapat kejelasan dari lingkungan yang baru...
Semburat jingga menawarkan pelangi... Sepenggal kelabu
menggores mendung...
Mampukah aku tetap bertahan menjadi sosok yang memberikan pengrtian
untuk kamu, sedangkan kamu sndri tak mau mengerti???
2 rasa yang sama terungkap tanpa terbalas,,,
1 ikatan yang terjalin tanpa terelakkan ditanggapi penuh rasa
syukur...
Persembahan kecil ku tak kan bisa menandingi luar
biasanya rasa mu...
Nyata rasa ku tak kan bisa menawar mahalnya
pengorbananmu...
Ribuan harapan tertumpu pada ku,,, sejuta pengabdian
tertuju untukmu...
Walau jauh mencapai utuh, sekeping tanggung jawab
mendekat nyata...
Kata-kata yang simpel akan memiliki makna yang kompleks bila
diterima oleh perasaan...