Seperti yang kau bilang, “aku tak seperti kemarin”. Babak
baru pun dimulai. Bukan lagi bayang semu yang harus kau hiraukan, jika nyata
memang kau pilih. Tantangan nyata hadir, liku pun terasa. Sanggupkah??? Pernah
kutawarkan tuk mengalihkan kemudi, namun kau seolah tak bergeming. Kerumitan
yang bermunculan menguji mu, mengantarkan pada keteguhan, keyakinan, dan
kesetiaan. Akankah???
Doa penuh dilafalkan dalam diam, mohon dengan segala
kerendahan, tunjukkan jalan yg harus ditempuh. Tiada daya upaya selain
pertolonganNya, berusaha memperbaiki, berserah dalam pelukanNya. Niat hati
ingin memeluk erat janji suciMu, apa
daya Engkau Maha Kuasa. Pantaskan kami meraih keberkahan, kuatkan kami
menjemput keikhlasan.
Marah seolah hanya sekilas menyapa, kau mampu redamkan dengan
sabarmu. Semoga terus begitu, bukan sekedar awal yang indah. Rindu seakan
selalu menaungi, kau bisa hadirkan dalam setiap hela. Semoga terus begitu,
bukan hanya sepenggal prolog. Tangis ku sampaikan, tawa kau suguhkan. Melengkapi?
Iya bagi ku.
Lelah tuk mencari lagi, malas tuk berpaling, karena tetap
merujuk kepadamu, aku ingin berlabuh di buaian kasihmu. Bolehkah??? Nampak
mudah bagi mereka, mengapa terasa sungkan bagi ku. Izinkan aku tuk mengeja kesabaran,
merunut keikhlasan,