Sepulang rutinitas kerja, disaat langit masih nampak cerah, ku putuskan bergegas pulang ke rumah bukan ke kostan, mumpung lagi pulang cepat. Ditengah perjalanan, seperti biasa berkemudikan elf, aku duduk di dekat kaca mobil. Tiba-tiba nampak panorama menakjubkan,,, antara gunung, lembayung, awan, matahari. Dan akhirya menjadi stimulus untuk merangkai kata. Mari berceloteh.
Itukah gunung yang pernah kita daki??? Menjulang tinggi, tampak gagah saat ditatap. Rona lembayung merah merekah menyemarakkan lukisan sang Maha Agung. Awan bergumul tak beraturan, menambah kecantikan panorama senja. Sayang tak mengabadikan dalam potret nyata.
Benarkah kita pernah berada di puncak sana??? Heran, terperangah, seakan tak percaya, berjam-jam berjalan mendaki menuju puncak setinggi itu. Dan ternyata kita sanggup menempuhnya. Lelah pasti, capek iya. Tapi karena tujuan kita sama. Semua bisa teratasi. Bukan keluhan lagi yg dikumandangkan, namun lantunan ketakjuban dan kemenangan yang dikidungkan.
Menarik, tertantang untuk mendaki puncak-puncak gunung lain selanjutnya. Tiap jalan yang ditempuh menawarkan rintangan yang beragam, tiap puncak menyuguhkan pesona berbeda. Ketika kaki sudah melangkah, derap langkah melaju, melaju terus menyusuri alur pencapaian. Ketika mulai merasa payah, kaki terasa kaku, ayunan langkah terasa berat, nafas pun terengah-engah. Coba berhenti sejenak, sekedar berhenti tuk menyerap energi lebih. Disaat terkulai, yakinkan tuk terus melangkah. Ataukah akan berhenti kembali berbalik mundur??? Sudah sejauh ini, akankah kau lewatkan begitu saja??? Ayolah,,, yang layak diperjuangkan, jangan ragu tuk saling menguatkan. Merugi lah yang berguguran tanpa adanya berjuang hingga batas. Di atas sana menunggu untuk kau lambaikan tanda kemenangan.
Siap untuk bersusah payah??? Bersusah payah untuk menjangkau kemenangan. Semakin kau menghargai proses,semakin kau mendapatkan hakikat hasilnya. Mungkin hari ini kita harus melewati liku, tak mengapa. Yakinlah esok telah bersiap menyambutmu untuk keindahan.
terkadang berjalan perlahan itu lebih indah "Coba berhenti sejenak, sekedar berhenti tuk menyerap energi lebih"
BalasHapus