Kamis, 18 Desember 2014

Serba Rasa



Selalu ada rasa merasa tak sama, kenapa tak seperti mereka???  Adakah diri mempersulit?
Bersyukur lah , renungkan kembali. Setiap langkah hidupmu, Allah melimpahkan karuniaNya. Mungkin itu jawaban doa-doa orang terkasih, kasih sayang tanpa pamrih, perhatian tulus yang terkadang terkalahkan oleh perhatian semu.

Jalan hidup telah digariskan setelah kamu memilih. Kenyataan tak selalu sama dengan harap. Namun percayalah, kenyataan membuatmu belajar, mengeja hikmah dibalik perbedaan.  Yakinkan hati, ikhlaskan dalam menerima.

Berontak hati, jiwa segan terkurung. Menyemai hasil atas apa yang tertanam. Meluap kata ingin melukis rasa. Kisah tak terbendung menyiratkan hasrat. Niat baik hendak mendaki puncak, jalan terjal penuh kerikil, kuatkan langkah tuk menginjakkan di pelataran indah.

Aku ya aku adalah aku seaku-akunya yang paling paling adalah aku. Silakan kamu lakukan yang kamu suka. Tak ada niat tuk mengusik. Jika bayang itu pernah hadir, biarkan sinar nyata menerangi. Usah kau gubris lagi kesemuan. Tak usah ada dendam , lara itu kubur dalam keikhlasan.

Cukup tau sang bayang semu  nampak tak rela ditinggalkan, terus meronta walau telah berpijar. Mau apa lagi??? Ingin ego  menantang kepicikannya, namun nurani ku bukan lah sekerdil itu. Tak layak sang mentari bila harus terjerumus dalam kekeruhan hati. Hanya bisa menampakkan jelas bahwa sang mentari tetaplah ingin menjadi mentari. Ketulusan akan nampak dengan sendirinya tanpa harus diumbar-umbar. Justru akan hilang bila terus kau sengaja tampakkan. Aku dengan duniaku, bagi ku tak perlu keramaian. Dalam sepi, aku merasakan damai. Tak perlu menggubris, cukup dengan optimis.

Aku punya banyak mimpi, mimpi yang bukan sekedar tentang sesaat. Saat ini aku cukup tertatih, melatih pikir bukan untuk berdalih. Masa yang akan datang ingin direngkuh bersama dalam kesetiaan. Setia pada janji untuk mencapai puncak. Puncak keridoan Ilahi. Tak ingin lewatkan kesempatan, ingin memantaskan diri. Melenceng dari rencana awal, masih ada celah tuk menuju pada tujuan yang setara. Aku tak semata-mata mengejar kesemuan, aku inginkan nyata membalut asa. Itulah setidaknya yang terlukiskan dalam fragmen masa depan.

Aku berbeda, aku tak sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar